May 12, 2012

Adu Mulut


                Seribu satu kali aku berkata-kata, tetapi tak satupun sampai terdengar manusia-manusia bebal itu. Mereka berkata-kata kepadaku seribu satu kali, tetapi tak satupun bisa kudengar apa maksudnya. Mulut beradu mulut, kata-kata saling bertabrakan, suasana rusuh, keramaian tak terkendali. Mereka bilang aku bebal, tetapi aku tau merekalah yang sebenarnya bebal. Setelah itu semua selesai. Tak ada satupun dari kami yang bergerak. Tak satupun berubah posisi. Kami ditengah-tengah kehampaan. Hanya ada aku dan mereka. Kesempatan berkata-kata sudah hilang. Sekarang kami tetap diam.

Cerah Di Negeri Sendiri


                Cerah itu kalau tidak sendu. Penuh dengan tawa riang. Cahaya matahari dengan cepat menyelimuti kulit yang sawo  matang ini. Tidak perlu takut jadi hitam, ini negeriku, tak ada orang yang perlu peduli, semua orang begini. Rumput-rumput hijau di taman aku injak-injak. Kakiku langsung penuh dengan tanah dan lumpur. Tidak lagi kupedulikan masalah ini, ini rumahku, tak ada orang yang melarang, semua orang juga pernah. Hari penuh dengan senyuman dan tubuh terus bergoyang sana-sini. Ini cerah. Aku ingin terus cerah, secerah matahari dari pagi sampai pagi.

April 21, 2012

Cinta di Kaki Wanita


                Menurutmu kenapa Ken Arok jatuh cinta pada Ken Dedes? Karena betis indah. Betis yang kuning langsat itu bercahaya di mata Ken Arok. Betis itu yang berisi dan menggiurkan bagi seorang Ke Arok. Kaki dan betis.
                Tokoh Pangeran di kisah Cinderella. Jatuh cinta dengan seorang perempuan yang muat kakinya dengan sepatu kaca yang ia temukan. Kaki yang muat dengan sepatu itu kaki yang kecil. Lebih kecil dari saudara-saudara tirinya dan ibunya. Kaki mungil yang biasanya lebih disukai. Pangeran itu jatuh cinta dengan kaki dan sepatunya terlebih dahulu. Bukan wanitanya.
                Legenda Danau Toba dan ikan di danau itu. Ketika ikan itu berubah menjadi manusia, si nelayan melihat ikan itu dari bawah ke atas sambil mengaggumi. Apa dulu yang dia lihat? Kaki, tumit, betis, paha. Itu yang lebih dulu dia lihat sebelum wajahnya. Dari kaki baru ke kepala. Seperti surga dia lihat kakinya.
                Kaki-kaki ini. Begitu menggairahkan hidup. Karena betis Ken Dedes, Ken Arok begitu mencintai Ken Dedes dan membunuh suaminya. Karena sepatu kaca yang sangat mungil, seorang Pangeran mengelilingi kotanya sepanjang malam sampai pagi untuk mencari Cinderella. Ia mengetuk pintu satu per satu seperti seorang salesman, sungguh malu.
                Benar saja orang bilang surga di telapak kaki ibu. Telapak kaki yang penuh cinta.