Showing posts with label Sajak. Show all posts
Showing posts with label Sajak. Show all posts

October 30, 2013

Malam Hari di Sudut

Ketika saya sedang berbaring di pinggir jalan
Menatap ke langit luas
Lalu berguling menuju sudut yang lebih gelap
Orang tak melihat
Sedang saya memerhatikan titik-titik putih itu
Mana pula saya mengerti apa itu bintang
Saya tahunya itu titik-titik putih yang indah
Anehnya, seperti kumpulan ketombe
Di baju yang lapuk ini

Sebelum bintang-bintang berdatangan
Panggung langit dibuka dengan acara awan
Gumpalan putih yang terlihat empuk
Seperti kapas beterbangan di ruang atas sana
Berbagai bentuk bisa terjadi
Tergantung angin yang meniup dan membentuknya
Saya di bawah kolong ini
Hanya menikmati yang di atas

Tak layaknya awan yang bergerak ditiup angin
Bintang cenderung diam
Setiap berganti malam, berganti tempat
Setiap saya lihat, tetap pada tempatnya

Saya bertanya selalu
Setiap siang mereka ke mana?
Berlatihkah untuk acara setiap malamnya?
Seperti manusia yang di bawah ini
Sewaktu siang bekerja layak budak uang
Maka bintang layak budak matahari

Saya hanya pemerhati
Penonton dari sudut jalanan yang kotor
Tempat orang meludah dan buang air
Sama sekali tidak lebih baik dari siapapun

Tapi sekali malam tetap malam
Dan itu semua saya punya
Pinggiran jalan yang hina
Dengan layar lebar di atas sana

Kita semua tahu malam itu gelap
Jarang kali ada yang bisa melihat dalam gelap
Saya bisa lihat tembus ke malam yang gelap
Ke hati manusia yang gelap
Menemukan titik-titik putih
Harap-harap jadi besar
Agar sedikit bisa berbisik

Saya ada di sudut kotor
Memerhatikanmu selama ini
Dan kita tidak berbeda
Biar malam yang gelap menudungi kelemahan kita semua

Sebelum sinar surya menghukum kita dengan kejam

September 3, 2013

Iklan-iklan

Setiap duduk seringkali sedang berusaha menutup

Banyak orang berkata hal ini mengganggu
Membuat yang seharusnya dilihat menjadi tertutup
Pemandangan menjadi tidak karuan
Kapitalisme! Pendorong konsumerisme!

Sebagian orang lain berkata inilah sumber pendapatan
Klien bahagia, uang saya banyak
Tidak ada yang tersakiti juga
Menurutmu baju kita beli dari uang apa?

Pro-kontra sudah biasa memang
Dan yang ini memang tak bisa dihalangi

Sebentar lagi, perederan jamur sudah kalah
Akan begitu banyak orang hidup bergantung dengan ini
Hal yang menjadi akselerasi roda pasar
Semakin menyenangkan, semakin sukses
Namun sedikit jamur yang menyenangkan

Menjadi bagian dari hal ini yang membuat orang maklum
Sisanya, hanya menjadi mangsa-mangsa empuk
Jangan lagi salah mengira
Atau berusaha menduga-duga
Karena tidak ada yang tidak menjadi mangsa


Mufasa saja tahu, kita semua akan saling makan

May 12, 2012

Adu Mulut


                Seribu satu kali aku berkata-kata, tetapi tak satupun sampai terdengar manusia-manusia bebal itu. Mereka berkata-kata kepadaku seribu satu kali, tetapi tak satupun bisa kudengar apa maksudnya. Mulut beradu mulut, kata-kata saling bertabrakan, suasana rusuh, keramaian tak terkendali. Mereka bilang aku bebal, tetapi aku tau merekalah yang sebenarnya bebal. Setelah itu semua selesai. Tak ada satupun dari kami yang bergerak. Tak satupun berubah posisi. Kami ditengah-tengah kehampaan. Hanya ada aku dan mereka. Kesempatan berkata-kata sudah hilang. Sekarang kami tetap diam.

Cerah Di Negeri Sendiri


                Cerah itu kalau tidak sendu. Penuh dengan tawa riang. Cahaya matahari dengan cepat menyelimuti kulit yang sawo  matang ini. Tidak perlu takut jadi hitam, ini negeriku, tak ada orang yang perlu peduli, semua orang begini. Rumput-rumput hijau di taman aku injak-injak. Kakiku langsung penuh dengan tanah dan lumpur. Tidak lagi kupedulikan masalah ini, ini rumahku, tak ada orang yang melarang, semua orang juga pernah. Hari penuh dengan senyuman dan tubuh terus bergoyang sana-sini. Ini cerah. Aku ingin terus cerah, secerah matahari dari pagi sampai pagi.

March 12, 2012

Tik - Tok

                “Tik.. Tok.. Tik.. Tok.. Tik.. Tok” waktu terus berjalan. Setiap ‘tik’ dan setiap ‘tok’ lewat begitu saja  dari hidup kita. Setiap ‘tik’ dan setiap ‘tok’ tubuh kita mengalami proses penuaan. Sel-sel terus bergerak dan bekerja di dalam tubuh kita. Setiap ‘tik’ dan setiap ‘tok’ orang mati satu per satu di berbagai belahan bumi ini. Tetapi, setiap ‘tik’ dan setiap ‘tok’ juga satu per satu lahir bayi-bayi lucu dengan jari-jari yang mungil dan suara tangisan keras yang menggemparkan satu ruangan bersalin. Setiap ‘tik’ dan setiap ‘tok’ roda yang tadinya di atas berputar kebawah dan kemudian begitu seterusnya. Sampai akhirnya tiada lagi suara ‘tik’ dan ‘tok’ itu. Waktu berhenti berjalan, dunia berhenti berputar, seluruh dunia tidak lagi bergeming. Kau tidak punya lagi kesempatan mengubah segalanya. Yang lewat sudah, tidak ada lagi yang akan datang. Lalu apa? Kita manusia belum tahu lagi apa.

February 23, 2012

Kelabu

Bahkan ketika kelabu merenung dia berkata, mengapa aku kelabu? Tidak bisakah aku hanya putih saja, atau hitam saja? Apakah aku selalu harus ragu? Di saat semua yang lain bisa mengenali dirinya, aku ini hanya kelabu yang bukan putih atau hitam, aku diantaranya. Kelabu lambang plin-plan. Kelabu lambang berkabung. Kelabu lambang kesuraman. Bahkan ketika kelabu merenung dia berkata, kapan aku tidak kelabu? 

February 15, 2012

Diam itu bukan emas.

Saya duduk diam dan tenang di dalam sebuah perpustakaan sekolah. Hanya saya dan penjaga perpustakaan. Kami berdua diam saja. Tidak saling berbicara. Saya harus duduk di sini kira-kira 90 menit sebelum akhirnya saya memutuskan ingin keluar. 


Saya hanya terduduk di depan sebuah laptop yang sudah terkoneksi dengan internet. Menorehkan banyak kata basa-basi di dalam program yang bernama Microsoft Word. Menyenangkan untuk orang yang senang menulis seperti saya. Ini memberikan saya banyak waktu untuk berpikir.


Kerasnya batu tidak akan lebih keras dari kepalaku yang hanya dilindungi tempurung tengkorak. Orang akan berkata A dan aku akan selalu punya B yang lebih baik. Tidak peduli kalau ternyata yang B itu salah total, yang penting aku bukan seorang yang suka ikut-ikutan. Aku tidak bisa diam.


Diam itu emas, kata-kata yang sudah sangat lama kita dengar. Aku tidak yakin. Ketika kita diam, kita tidak akan mendapatkan apapun. Diam itu perlu, tetapi bukan emas. Seharusnya lebih banyak waktu kita habiskan untuk tidak diam dan berbuat segala sesuatu yang bagus, daripada diam. Emas tidak bisa didapat kalau kita hanya terdiam. Diam itu bukan emas.