Showing posts with label Sepak Bola. Show all posts
Showing posts with label Sepak Bola. Show all posts

March 16, 2013

Dewasa dan Masih Nonton Bola


                Sebagai olahraga favorit di Indonesia, sepak bola menjalankan tugasnya dalam memberikan hiburan kepada seluruh kalangan di Indonesia. Tidak hanya pertandingan bola dalam negeri saja yang menarik perhatian penonton bola sekalian, pertandingan bola di luar negeri ternyata lebih menarik bagi sebagian besar kalangan penonton bola di Indonesia.

                Penonton bola tersebar dari anak-anak SD yang baru mengenali nama tim, logo tim, warna baju tim dan pemain-pemain terkenalnya, sampai kepada orang-orang tua yang sudah mengikuti dunia pesepakbolaan selama puluhan tahun hidupnya. Makin tua, para penonton bola ini akan memiliki opini yang semakin berkembang seiring dengan pengetahuan mereka akan sepak bola yang juga makin berkembang.

                Tidak hanya itu. Seiring bertambahnya umur, kesibukan juga bertambah. Sibuk kuliah, lalu akan sibuk kerja, sibuk pacaran, sibuk urus pernikahan, sibuk urus keluarga, lalu yang terakhir sibuk mengurus kematian yang nikmat. Biasanya, seorang penggemar sepak bola sejati akan menyempatkan diri mereka untuk setidaknya menonton tim favoritnya bermain. Kesibukan-kesibukan seperti ini akan menjadi alasan untuk tidak lagi mengikuti perkembangan bola seperti saat orang-orang dewasa ini masih muda dan masih kurang kerjaan.

                Maksud dewasa di sini bukanlah secara kepribadian atau akhlak dan perbuatan budiman. Ini semata-mata hanya berbicara soal umur, pengalaman, dan tanggung jawab yang lebih besar. Dengan demikian, sepak bola menjadi prioritas yang tidak lagi utama.

Jika dibandingkan, perbandingannya akan jauh sekali dengan anak-anak muda sekarang. Mungkin, anak-anak muda yang memperhatikan sepak bola masa kini beserta sejarah pemain-pemain yang dulu bisa mengimbangi pengetahuan orang-orang yang sudah dewasa itu, sedangkan orang-orang dewasa belum tentu fasih dengan kondisi pemain-pemain yang sedang bermain pada masa itu. Hal ini terjadi bukan karena orang-orang dewasa tidak mengerti, tetapi karena sudah tidak perhatian lagi. Selain itu, internet yang memudahkan anak-anak muda masa kini untuk mengetahui sepak bola pada masa lalu juga menjadi salah satu hal yang menambah jauh jarak pengetahuan antara “kalangan muda” dan “kalangan tua” dalam hal sepak bola.

 Kasus di atas memang terjadi pada sebagian besar orang dewasa yang semakin bertambah banyak tanggung jawab dan menurunkan prioritas mengikuti pertandingan sepak bola. Bagaimana pada sebagian kecil orang dewasa yang masih menonton sepak bola hingga hari ini? Apakah tanggung jawab mereka lebih kecil daripada orang-orang dewasa yang lain? Ya, mungkin saja. Ataukah sebenarnya sepak bola merupakan salah satu dari tanggung jawab mereka, sehingga mereka memang seharusnya dewasa dan masih menonton sepak bola? Nah, ini yang seru.

Sedari SD, saya sudah ingin jadi jurnalis. Bepergian dan menulis, kemudian saya dibayar untuk melakukan hal yang sama berulang-ulang di tempat yang berbeda dengan topik yang juga berbeda. Bagi saya, hal itu menyenangkan. Setelah bertumbuh besar menjadi anak SMP, saya ingin menjadi jurnalis sepak bola. Bukan bepergian ke tempat yang dengan kemungkinan saya akan menolak, tetapi arena sepak bola yang besar dan tersebar di berbagai benua adalah tempat-tempat yang saya sangat ingin kunjungi. Kalau seperti ini, dewasa dan masih menonton bola bukan lagi di TV dan duduk di kursi.

Memiliki karier seputar dunia sepak bola memang menyenangkan bagi yang sangat menyukai olahraga ini. Bukan hanya pertandingannya saja, tetapi juga  faktor-faktor eksternal lainnya yang mendukung serunya pertandingan ini, seperti jual-beli pemain antarklub atau fakta bahwa ada kecurangan dalam pengaturan skor. Liputan-liputan seperti ini yang semenjak dulu saya inginkan untuk tulis. Seperti ini yang dimaksud dengan mengikuti sepak bola sebagai salah satu tanggung jawab orang dewasa.

Orang-orang dewasa yang punya tanggung jawab seperti ini jarang. Salah satunya (dan mungkin satu-satunya yang saya tahu dan juga yang saya suka tulisannya) adalah Pangeran Siahaan. Dia mungkin belum menjadi orang dewasa yang berkesibukan dengan urusan keluarga (sepertinya begitu), tapi sudah bisa diperhitungkan sebagai orang dewasa juga. Orang dewasa satu ini seringkali menuliskan analisis sebuah pertandingan bola yang dianggapnya menarik. Tidak hanya itu, ia juga menuliskan analisis respon penonton bola yang seringkali kurang pas dengan apa yang terjadi. Beberapa ia tulis di blog pribadi dan beberapa lagi ditulis di sebuah media online tempatnya bekerja.

Sebagai orang muda, saya sendiri merasakan gap antara saya dan ayah saya atau om-om saya yang waktu saya kecil masih menonton bola, tetapi sekarang tidak lagi. Menjadi seorang penggemar sepak bola dan di saat yang bersamaan menjadi orang dewasa adalah hal yang tidak mudah untuk dilalui. Sebagai anak muda, saya sih berharap untuk menjadi salah satu orang dewasa dan masih nonton bola. Bukannya naif, tetapi saya menemukan sepak bola lebih dari sekedar olahraga. Bukan juga fanatik, akhirnya ini hanya sebuah hobi. 

February 6, 2012

Saya suka AC Milan, dan juga Chelsea

                Saya dari dulu sudah suka bola. Pertama kali itu saya suka AC Milan, tim Italia. Waktu itu tahun 2004, saya masih ingat sekali. Saya kelas 4 SD. Pertama kali tau bola dan tim itu dari tante saya yang adalah adiknya mama saya. Tante saya itu suka main Winning Eleven, sebuah game Playstation bola. Karena dulu oma saya pernah buka rental PS, jadilah saya dan tante saya itu sering main di rumah oma saya. Karena waktu pertama kali belum tau apa-apa dan belum tau tim mana yang bagus, saya dipilihkan AC Milan. Sejak itu saya hapal nama-nama pemainnya. Saya juga mulai hapal posisi-posisinya. Terkadang, tante saya memilihkan saya yang lain, karena saya ini gampang bosan. Jadinya, saya kadang dipilihkan Chelsea.
                Semenjak itu, kalau cerita-cerita bola kepada teman-teman saya, saya selalu membela-bela Milan. Tetapi sayangnya, liga Italia jarang dibicarakan orang. Saya tidak punya banyak teman untuk membicarakan tim yang saya sukai ini. Mau tidak mau, saya juga lama-lama suka dengan Chelsea. Tetapi itu hanya untuk sementara. Sampai hari ini saya jauh lebih peduli dengan AC Milan, walaupun saya lebih sering menonton pertandingan-pertandingan Chelsea. Karena memang tidak banyak yang membicarakan liga Italia.
                Saya mulai sering menonton liga inggris sejak kelas 3 SMP. Sebelum-sebelumnya saya masih suka menonton liga Italia. Lama-kelamaan makin jarang dan berpindah mata ke liga Inggris.
                Akhirnya, saya bisa mengimbangi keduanya. Saya sudah jarang sekali menonton AC Milan, bahkan pada pertandingan besar seperti melawan Inter Milan atau AS Roma, tetapi saya selalu cek di www.livescore.com. Kadang saya kelewatan karena sudah terlalu malam jam tayangnya. Tetapi bagaimanapun saya masih tetap peduli.
                Di EUFA cup juga saya lebih mendukung AC Milan dibanding Chelsea. Sekarang keduanya sudah berada di 16 besar, dan kalau keduanya lolos ke delapan besar maka Milan akan berhadapan dengan Chelsea. Pada pertandingan itu, saya akan mendukung Milan jauh lebih besar dari pada Chelsea.
                Sebenarnya, tidak bisa dibilang terpaksa kalau saya menjadi fans Chelsea. Saya bukan terpaksa mencari tim agar bisa ikut berbincang-bincang mengenai bola. Saya juga fans Chelsea, tapi saya telah lebih dulu menjadi fans AC Milan, ini hanya masalah kesetiaan dan konsistensi.
                Sekarang, mari biarkanlah kedua tim mengadukan nasibnya di liga masing-masing dan di cup Eropa itu. Saya akan tetap menjadi pendukung setia di depan layar TV dan layar komputer. Saya cinta keduanya melebihi cinta saya kepada para pambaca sekalian! :D