Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

August 26, 2014

Di Samping

Di samping
Berjalan melipir menghindari
Ditawari makan, minum, dan barang sehari-hari
Puluhan pasang kaki-kaki
Berjualan dan membeli
Di area pejalan kaki

Mana kota yang katanya modern?
Trotoar dipakai kaki lima
Yang diam di tempat dan tidak jalan
Sedang kaki dua jalan di jalan raya

Berkali-kali ditangkapi
Masih juga kembali
Ke tempat yang sama

Di trotoar, di samping
--

Puisi ini bercerita tentang hak pejalan kaki yang diganggu oleh adanya pedagang kaki lima yang tidak tertib.

October 26, 2013

Status

Menimang-nimang bayi kecil itu
Membayangkan ketika ia tumbuh besar
Alisnya yang tebal itu
Cocok sekali menjadi mafia di Italia
Bibirnya yang tipis ini
Ah, pasti dia akan jadi anak yang pemalu
Kulit kuning langsat
Akan membuatnya lebih cakap
Bintang di sekolah
Matanya akan selalu bersinar
Tertutup pun tetap memerlihatkan harapan cerah

Anak haram tetap haram
Tapi bayi yang tak berdaya
Akan menjadi anak yang berdaya
Status jadi masalah
Ketika kita tidak dapat berbuat apa-apa

Anak ini
Cakap sekali kelihatannya
Tapi anak ini
Dibuang ibunya
Kurang cakapkah dirinya yang lucu ini?
Mungkin hanya karena

Anak ini anak haram

August 21, 2013

Logika Salah

Karena manusia punya pilihan
Mereka bertindak
Berdarah dalam balutan kasih
Tertawa di atas penderitaan
Salah-Salah, maka benar

Gatal melihat kerusakan
Digaruk menambah
Sakit yang lebih parah
Jangan lagi logika berkata
Min kali min sama dengan plus

Satu pengecualian
Menggentarkan
Satu teori
Dan orang bodoh
Menghajarmu dengan pengalaman

Panjang akal tidak mengajarimu satu hal
Kata-kata palsu
Hidup yang tak lagi ada
Berlapiskan emas dan uang
Gaun mewah dan selimut tebal

Tuan dan Puan
Hamba dan budak
Hitung-hitung pilihanmu
Jadi salah satunya
Tak membuat perbedaan

Akan menjadi besar
Lengkap dengan akal budi
Maka tetaplah polos
Kemurnian menjagamu
Untuk terus hidup


July 22, 2012

Kampung-kota


Aku sering ingin pergi dari sini
Sini, tempat Ibuku lahir
Mereka sudah membuat sini sama menjadi sana
Segala yang ada di sana, dibawanya ke sini
Di sana hidup lebih lancar
Di sini aku bahkan tidak bisa berjalan
Lama aku menunggu waktu
Tertahan di dalam kelaparan
Ingin pergi aku ingin pergi
Merangkak, bergesekan dengan kerikil
Sakit, sakit sekali
Di sana banyak mimpi terwujud
Di sini aku sering dipukuli karena melamun
Tak kuasa lagi Ayahku menahan
Ibu hanya bisa menangis
Mau aku ke sana, bukan di sini
Kampung-kota

June 9, 2012

Tak Ada Rasa Sakit

Jadi begini, karena ini puisi yang sangat-sangat disukai dan dianggap bagus oleh pacar tercinta saya mau tempel di blog ini. 


Waktu aku sayang kamu.. aku tak mau lepas kamu.. waktu itu kita masih muda.. masih penuh dengan tawa canda.. senyuman polos tak bermakna.. tapi penuh dengan warna.. masa yang penuh cerita.. tak ada gundah gulana.. perih di hati hilang rasanya.. banyak teman-teman main.. apapun jadi tak usah pusing.. aku mencintai mereka.. tapi terlebih aku mengasihi kamu..